JAGABALI.COM Gianyar - Dalam rangka menanamkan cinta budaya dan sastra Bali terhadap anak sejak dini serta melestarikan budaya Bali bertempat di aula Kantor Desa Melinggih tengah berlangsung acara di gelarnya bulan bahasa dengan dilombakan beberapa lomba baik tingkat TK ,SD dan PKK ,Kamis 24/02/22.
Dengan mengambil tema " Danu Kerthi Gitaning Toyoning tersebut resmi di buka Camat Kecamatan Payangan l Wayan Widana,SSTP dengan didampingi perbekel desa Melinggih Made Diptayana ,AMd dan seluruh staf ,para juri dari dari pendamping bahasa Bali dari desa di kec .Payangan .
Dalam sambutannya camat Payangan menyampaikan ,bahwa meskipun dalam kondisi Covid pelaksanaan bulan bahasa tahun 2022 masih kita bisa laksanakan dengan tetap mengedepankan prokes
Sementara terkait lomba dalam bulan bahasa Bali yang di gelar di aula kantor Desa Melinggih tersebut sesuai dengan arahan gubernur Bali nomor 80 2018 tentang perlindungan dan penggunaan bahasa aksara serta penyelenggaraan bulan bahasa Bali
" Perlombaan yang digelar di Desa ini merupakan kelanjutan dimana sebelumnya telah di laksanakan lomba di masing masing-masing Desa Adat di Desa Melinggih, Kec. Payangan .Kemudian pemenangnya di lombakan Di Desa Melinggih dan selanjutnya bagi pemenang untuk dilombakan di tingkat kecamatan " Terang Perbekel Melinggih yang baru belum sebulan menjabat
Lebih lanjut Perbekel Melinggih menjelaskan tema " Danu Kerthi Gitaning Tuyoning " artinya yang menjadi sumber pengetahuan dan kebijaksanaan yg mengalir tiada henti untuk kelangsungan makluk hidup dan tumbuhan sedaging jagad.
Adapun jenis lomba yang digelar meliputi Mesatua (PKK) Nyurat Aksara Bali ( SD) dan Metembang rare (TK) yang merupakan perwakilan dari 5 Desa Adat yang ada di Desa Melinggih.
Menurut perbekel Melinggih Made Diptayana,AMd lomba dalam bulan bahasa Bali ini meskipun ditengah kondisi masih pandemi Covid dan minim anggaran tetap dilaksanakan sesuai dengan standar prokes
Hal tersebut sebagai wujud upaya untuk mendidik dan melestarikan serta menanamkan kecintaan anak sejak usia dini terhadap budaya Bali
Iskandar